Jumat, 12 Agustus 2011

KLIMAKTERIUM


DASAR TEORI
KLIMAKTERIUM
A.    Pengertian
Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir tahap reproduksi, berakhir pada awal senium dan terjadi pada wanita umur 40-65 tahun. Masa ini ditandai dengan berbagai macam keluhan. Klimakterium bukan suatu keadaan patologis, melainkan suatu masa peralihan yang normal yang berlangsung beberapa tahun sebelum dan sesudah menapouse Hal ini disebabkan oleh karena ovarium menjadi tua, sehingga hormon estrogen menurun dan hormon gonadotropin meningkat.(Sarwono, 1999)
Proses menjadi tua sudah mulai pada umur 40 tahun. Jumlah folikel pada ovarium waktu lahir sekitar 750.000 buah, pada waktu menopause tinggal beberapa ribu buah. Tambahan pula folikel yang tersisa ini rupanya juga lebih resisten terhadap rangsangan gonadotropin. Dengan demikian, siklus ovarium yang terdiri atas pertumbuhan folikel, ovulasi, dan pembentukan corpus luteum lambat laun berhenti. Pada wanita diatas 40 tahun siklus haid untuk 25% tidak disertai ovulasi, jadi bersifat anovulatoar. (Sarwono, 1999).
Pada wanita dengan klimakterium terjadi perubahan-perubahan tertentu yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan ringan sampai berat. Perubahan dan gangguan itu sifatnya berbeda-beda. Tahap awal dari perubahan ini yaitu haid/menstruasi tidak teratur dan sering terganggu. Periode ini disebut sebagai masa pramenopause. Masa pramenopause sering pula dibarengi dengan meningkatnya aktifitas yang ditandai oleh gejala meningkatnya rangsangan sexual. (Kartini Kartono, 2007).
Keluhan klimakterium tidak selalu sama pada setiap wanita, tetapi rata-rata munculnya antara usia 40-50 tahun, namun terdapat wanita yang sudah mengalami klimakterium pada usia < 40 tahun. (Ali Baziad, 2003).
Umumnya masa klimakterium dilalui wanita tanpa banyak keluhan, tapi beberapa wanita yang mengalami perubahan siklus menstruasi merasa takut dengan kondisinya sehingga wanita tersebut mencari pertolongan dokter. Sebagian besar wanita klimakterium tidak mengetahui bahwa perubahan tersebut suatu proses yang alami menjelang menopause.
Hal ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya :
·         Umur
·         Pekerjaan
·         Pendidikan
Mereka juga merasa khawatir dan bingung mengenai gejala-gejala tersebut sehingga aktif mencari pertolongan untuk mengidentifikannya, oleh karena itu ada baiknya jika seorang wanita sudah mempersiapkan diri menghadapi masa klimakterium dengan pengetahuan yang memadai. Sebenarnya sulit atau mudahnya menjalani masa klimakterium sifatnya sangat individual. Memamg wanita klimakterium akan mengalami berbagai fungsi tubuh yang menurun sehingga akan berdampak pada ketidaknyamanan dalam menjalani kehidupannya. Keluhan ketidaknyamanan ini bisa disikapi secara berbeda pada setiap wanita. Apabila wanita dapat berfikir positif maka berbagai keluhan dapat dilalui dengan lebih mudah. Namun sebaliknya, apabila wanita berfikir negative maka keluhan-keluhan yang muncul semakin memberatkan dan menekan hidupnya. Untuk itu penting bagi seorang wanita selalu berfikir positif bahwa kondisi tersebut merupakan sesuatu yang sifatnya alami, seperti halnya keluhan dan problem yang muncul pada fase kehidupannya yang lain. Tentunya sikap positif ini muncul jika diimbangi oleh informasi atau pengetahuan yang cukup, serta kesiapan fisik, mental, dan spiritual yang dilakukan pada masa sebelumnya. Untuk itu penting untuk memberikan informasi secara benar dan tepat tentang bagaimana menjalani klimakterium dengan lebih menyenangkan. Apalagi informasi atau pengetahuan yang bisa diperoleh masarakat mengenai hal itu sangat terbatas.
Klimakterium merupakan periode peralihan dari fase reproduksi menuju fase senium yang terjadi akibat menurunnya fungsi generatif ataupun endokrinologik dari ovarium. Terjadi pada usia 45-65 tahun.(Ali Baziad, 2003)
Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir tahap reproduksi berakhir pada masa senium dan terjadi pada wanita umur 40-65 tahun. Masa ini ditandai dengan berbagai macam keluhan endokrinologis dan vegetatif.(Sarwono, 1999)
Klimakterium adalah suatu masa peralihan antara tahun-tahun reproduktif akhir dan berakhir pada awal masa senium. Sekitar umur 40-65 tahun. (Endang Purwoastutik, 2008)
Klimakterium masa peralihan yang dilalui seorang wanita dari periode reproduktif ke periode non reproduktif usia 45-50 tahun. (Kasdu Dini, 2002)
Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium dan terjadi pada wanita berumur 40-65 tahun.
Masa-masa klimakterium :
1.      Pra menopause adalah kurun waktu 4-5 tahun sebelum menopause.
2.      Menopause adalah henti haid seorang wanita.
3.      Pasca menopause adalah kurun waktu 3-5 tahun setelah menopause.




B.     Gejala-Gejala Klimakterium
113_01
Menurut Kartini Kartono, 2007 klimakterium didahului satu fase pendahuluan atau pramenopause, dengan tanda-tanda antara lain :
1.      Menstruasi menjadi tidak lancar dan tidak teratur. Biasanya datang dengan interval waktu yang lebih lambat atau lebih sedikit.
2.      Kotoran haid yang keluar banyak sekali ataupun sangat sedikit.
3.      Muncul gangguan-gangguan vasomotoris berupa penyempitan atau pelebaran pada pembuluh-pembuluh darah.
4.      Merasa pusing-pusing saja, disertai sakit kepala terus menerus.
5.      Berkeringat banyak.
6.      Neuralgia, dan gangguan saraf lain.

C.    Perubahan Yang Terjadi Pada Klimakterium
Menurut Endang Purwoastuti, 2008 mengatakan bahwa gejala dan tanda klimakterium disebabkan oleh adanya perubahan pada organ reproduksi, susunan ekstragenital dan adanya gejala klinis.

Perubahan Pada Organ Reproduksi :
1.      Ovarium
Pada ovarium yang gagal, keseimbangan antara hormone estrogen dan progesterone akan hilang dengan menurunnya produksi hormone, sehingga menimbulkan pengaruh terhadap sindrom prahaid dan haid itu sendiri. Beberapa wanita mendapatkan bahwa sindrom memburuk selama tahun-tahun klimakterium dan yang lain merasakannya untuk pertama kali.

2.      Uterus
Uterus mengecil , disebabkan oleh menciutnya selaput lender rahim (atrofi endometrium) juga disebabkan oleh hilangnya cairan dan perubahan bentuk jaringan ikat antar sel. Serabut dan pembuluh otot rahim menebal dan menonjol.


3.      Vagina dan Vulva.
Setelah wanita tidak haid lagi terjadi penipisan dinding vagina dan jaringan vulva, lipatan –lipatan berkurang secret menjadi encer . sering timbul gatal dan nyeri waktu senggama.

D.    Etiologi
Sebelum haid berhenti, sebenarnya pada seorang wanita terjadi berbagai perubahan dan penurunan fungsi pada ovarium seperti sklerosis pembuluh darah, berkurangnya jumlah folikel dan menurunnya sintesis steroid seks, penurunan sekresi estrogen, gangguan umpan balik pada hipofise.

E.     Patofisiologi
Penurunan fungsi ovarium menyebabkan berkurangnya kemampuan ovarium untuk menjawab rangsangan gonadotropin, sehingga terganggunya interaksi antara hipotalamus – hipofise. Pertama-tama terjadi kegagalan fungsi luteum . Kemudian turunnya fungsi steroid ovarium menyebabkan berkurangnya reaksi umpan balik negatif terhadap hipotalamus. Keadaan ini meningkatkan produksi FSH dan LH. Dari kedua gonadoropin itu, ternyata yang paling mencolok peningkatannya adalah FSH.

F.     Manifestasi Klinik
1.   Pramenopause :
  Perdarahan tidak teratur (seperti oligomenore, polimenore, dan hipermenore).
2.   Gangguan nerovegetatif :
    • Gejolak panas ( hotflushes)
    • Keringat banyak
    • Rasa kedinginan
    • Sakit kepala
    • Desing dalam telinga
    • Tekanan darah yang goyah
    • Jari-jari atrofi
    • Gangguan usus ( meteorismus ).
[[[
3.   Gangguan psikis :
    • Mudah tersinggung
    • Lekas lelah
    • Semangat berkurang
    • Susah tidur.

4.   Gangguan organik :
    • Infark miokard aterosklerosis
    • Osteosklerosis
    • Osteoporosis
    • Afipositas
    • Kolpitis
    • Disuria
    • Dispareumia arthritis
    • Gejala endokrinium (hipertirosis defeminisasi, virilasi dan gangguan libido).

G.    Perubahan Pada Susunan Ektragenital
1.         Penimbunan Lemak (Adipasitas)
Penyebaran lemak terdapat pada tungkai, perut bagian bawah, dan lengan atas. Sekitar 20% wanita klimaterium mengalami kenaikan mencolok. Hal ini diduga ada hubungannya dengan penurunan estrogen dan gangguan zat dasar metabolisme lemak.
2.         Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Akibat gejolak panas terjadi suatu peningkatan tekanan darah. Pada wanita usia 45-70 tahun diketahui peningkatan tekanan darah tersebut dimulai selama klimakterium.
3.         Hiperkolesterolemia
Penurunan atau hilangnya kadar estrogen menyebabkan peningkatan kolesterol dan penurunan lemak total.
4.         Aterosklerosis
Adanya hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol menyebabkan meningkatnya factor resiko terhadap terjadinya aterosklerosis.

H.    Gejala Klinis
1.         Wajah Memerah (Hot flashes)
Perasaan panas secara tiba-tiba yang muncul mulai dari bagian atas tubuh dan menyebar ke wajah atu seluruh tubuh.
2.         Banyak berkeringat pada malam hari
Gejala karakteristik berikutnya adalah berkeringat pada malam hari, yaitu bersimpuh peluh sewaktu bangun pada malam hari, sehingga perlu ganti pakaian di malam hari yang diikuti perasaan dingin setelahnya.akibatnya mereka mudah lelah dan gampang tersinggung.
3.         Sulit tidur (Insomnia)
Hal ini mungkin berkaitan dengan rasa tegang akibat berkeringat malam hari, waah memerah, dan perubahan yang lainnya.
4.         Iritasi kulit
Beberapa wanita menderita formikasi yaitu sensasi iritasi di bawah kulit seperti perasaan digigit semut.

I.       Perubahan Psikologis
Sehubungan dengan perubahan fisik terjadi pula pergeseran atau erosi dalam kehidupan psikis pribadi yang bersangkutan. Pergeseran dan perubahan ini mengakibatkan timbulnya satu krisis, dan memanifestasikan diri dalam symptom-simptom psikologis, antara lain: depresi-depresi (kemurungan), mudah tersinggung,mudah marah, mudah curiga, diliputi banyak kecemasan, insomnia atau tidak bisa tidur karena sangat bingung dan gelisah.

J.      Diagnosis
1.      Umur dan gejala-gejala yang timbul.
2.      FSH dan LH ( FSH = 10-12 x, LH 5-10 x / estrogen rendah ).
3.      Kalsium, kolesterol.
4.      Foto tulang lumbal I.
5.      Sitologi ( Pap Smear )
6.      Biopsi endometrium.

K.    Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan tahunan terhadap wanita yang sedang berada pada masa klimakterium harus mencakup hal-hal yang penting seperti :
1.   Tinggi badan, wanita mungkin akan kehilangan tinggi badan sebanyak 2,5 cm atau lebih. Sewaktu mengukur tinggi badan merupakan kesempatan untuk mendiskusikan postur, pergerakan tubuh, latihan dan osteoporosis.
2.   Kulit, evaluasi terhadap integritas, luka dan perubahan pada tahi lalat.
3.   Mulut, gigi dan gusi.
4.   Pemeriksaan panggul, dengan perhatian terhadap perubahan yang menyertai proses penuaan ; spekulum Pederson mungkin optimal untuk wanita paska menopause.
5.   Rektum : periksa adanya keanehan pada darah, adanya massa dan fisura-fisura.

L.     Penatalaksanaan
1.   Sedatif, psikofarma.
2.   Psikoterapi.
3.   Balneoterapi ( diet )
4.   Hormonal. Sindrom klimakterium terjadi akibat kekurangan estrogen maka pengobatan yang tepat adalah pemberian estrogen.


Syarat minimal sebelum pemberian estrogen dimulai :
1.      Tekanan darah tidak boleh tinggi.
2.      Pemeriksaan sitologi uji Pap normal.
3.      Besar uretus normal ( tidak ada mioma uerus )
4.      Tidak ada varises di ekstremitas bawah.
5.      Tidak terlalu gemuk / tidak obesitas.
6.      Kelenjar tiroid normal.
7.      Kadar normal : Hb, kolesterol total, HDL, trigliserida, kalsium, fungsi hati.
8.      Nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetes militus perlu dikonsulkan terlebih dahulu ke spesialis penyakit dalam.
Kontra Indikasi Pemberian Estrogen :
1.      Troboemboli, penderita penyakit hati, kolelitiasis.
2.      Sindrom Dubin Johnson / Botor yaitu gangguan sekresi bilirubin konjugasi.
3.      Riwayat ikterus dalam kehamilan.
4.      Kanker endometrium, kanker payudara, riwayat gangguan penglihatan, anemia berat.
5.      Varises berat, tromboflebitis.
6.      Penyakit ginjal.
Persyaratan dalam Pemberian Estrogen :
1.      Mulailah dengan menggunakan estrogen lemah ( estriol ) dan dengan dosis rendah yang efektif.
2.      Pemberian secara siklik.
3.      Diusahakan kombinasi degan progesteron ( bila digunakan estrogen lain seperti etinil estradiol maupun estrogen konjugasi ).
4.      Perlu pengawasan ketat ( setiap 6-12 bulan ).
5.      Bila terjadi perdarahan atipik perlu dilakukan kuretase.
6.      Keluhan nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetesmelitus, terlebih dahulu konsul ke bagian penyakit dalam.
Yang perlu diketahui :
1.      Tidak semua keluhan dapat dihilangkan dengan pemberian estrogen.
2.      Pelajari faktor-faktor yang menimbulkan keluhan ( faktor psikis, sosial budaya, atau hanya memang terdapat kekurangan estrogen ).
3.      Atasi keluhan emosi dan faktor penyebab.
Efek samping pemberian estrogen :
1.      Perdarahan bercak.
2.      Perdarahan banyak ( atipik )
3.      Mual.
4.      Sakit kepala.
5.      Pruritus berat.

M.      Faktor Resiko
1.      Adipositas
2.      Diabetesmelitus
3.      Hipertensi
4.      Anovulasi
5.      Infertilitas
6.      Perokok
7.      Alkoholisme
8.      Hiperlipidemia.
Faktor yang mempengaruhi gejala perimenopause :
1.      Genetik, usia menarche mempengaruhi cepat lambatnya terjadi menopause.
2.      Nutrisi ( kolesterol, kalsium, fosfat , vitamin ).
3.      Kadar hormon estrogen.
4.      Kebiasaan hidup ( olahraga, minum teh, kopi, minum alkohol, perokok ).
5.      Tingkat pendidikan dan status ekonomi.
6.      Pengangkatan kedua ovarium.

N.       Pencegahan Terhadap Sindrom Klimakterium
1.      Pengaturan makanan ( rendah lemak / kolesterol, cukup vitamin A, C, D, E dan cukup serat ).
2.      Mengkonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen : a. Isiflavon, terdapat pada kacang-kacangan, b. Lignan; terdapat pada padi, sereal dan sayur-sayuran, c. Caumestran ; terdapat pada daun semanggi. Mengkonsumsi makanan dengan kadar gula rendah dan tidak berlebihan.
3.      Tambahan Asupan Kalsium 1000-15000 mg / hari dan vitamin D.
4.      Kontrol rutin 1 tahun sekali ( Pap Smear ).

DAFTAR PUSTAKA

-          Wiknjosastro,hanifa.Ilmu Kandungan Edisi ke-2 cetakan ke-4.2005.jakarta:YBP-SP
-          Liewellyn Jones,Derek.2002.Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi Edisi 6.Jakarta:Hipokrates
                                                                                                                                                           
  

MANAJEMEN KEBIDANAN PADA
IBU DENGAN KLIMAKTERIUM.



LANGKAH I
PENGKAJIAN        
Tanggal : 16-9-2010                                                                                      Pukul : 09.10 wita
A.    Data Subjektif
1.      Identitas / Biodata
Nama klien            : Ny.A                                                       Nama suami       : Tn.B
Umur                     : 43 tahun                                                  Umur                  : 45 tahun
Suku                      : Jawa                                                        Suku                   : Jawa
Agama                   : Islam                                                       Agama                : Islam
Pendidikan            : SMA                                                       Pendidikan         : SMA
Pekerjaan               : IRT                                                          Pekerjaan            : Swasta
Alamat                  : Gn.Sari No.25                                         Alamat               : Gn.Sari No.25

2.   Status Perkawinan
a.       Kawin       : Ya, satu kali
b.      Cerai          : Tidak
c.       Janda         : Tidak

3.      Keluhan  Utama          : Klien mengeluh siklus haid tidak teratur dengan perdarahan bercak-bercak sejak bulan mei 2010. Badan terasa cepat lelah, pusing, kadang-kadang muka panas, dan susah tidur.

4.      Riwayat obstetric dan ginekologi
a.       Riwayat menstruasi
·         HPHT                       : 12-9-2010
·         Lamanya                  : 5-6 hari
·         Banyaknya               : 2 kali ganti pembalut / hari
·         Siklus                       : 28 hari
·         Menarche                 : 14 tahun
·         Teratur / tidak          : teratur
·         Dismenorrhea           : tidak ada
·         Warna                       : Merah tua
·         Bau                           : Khas menstruasi
·         Keluhan                    : tidak ada
·         Upaya mengatasi      : tidak ada

b.      Flour albus
·         Banyaknya               : Kadang-kadang ada
·         Warna                       : bening
·         Bau/gatal                  : tidak ada
·         Lamanya                  : 3-4 hari
·         Jumlah                      : sedikit

c.       Perdarahan dari jalan lahir
·         Pernah/tidak             : tidak ada
·         Kapan                       : tidak ada
·         Lamanya                  : tidak ada
·         Warnanya                 : tidak ada
·         Disertai rasa nyeri    : tidak ada

5.      Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu

No.
Anak ke
Umur Kehamilan
Jenis persalinan
Penolong
Nifas
Keadaan anak
keterangan
1.
I
39 minggu
Spontan
Bidan

Hidup, perempuan
Baik
2.
II
40 minggu
Spontan
Bidan

Hidup, laki-laki
Baik

6.      Riwayat kesehatan yang lalu
a. Penyakit yang pernah diderita         : Ibu tidak pernah menderita penyakit menular
b.Kapan penyakit tersebut dialami     : tidak ada
c. Bagaimana upaya mengatasi            : tidak ada


7.      Riwayat kesehatan keluarga
a. Tidak ada penyakit menahun
b.Tidak ada penyakit keturunan

8.            Keadaan Psikososial :
a. Apakah ibu terlalu sibuk dengan tugas rumah tangga atau tugas sehari-hari, kalau iya kenapa ? Tidak.
b.Siapakah yang memberi atau menentukan keputusan tentang alat kontrasepsi yang dipakai ? ibu dan suami.
c.    Apakah ibu merasa cemas / takut atau ragu-ragu tentang alat kontrasepsi yang dipakai ? tidak cemas.
d.   Bagaimana tanggapan keluarga tentang KB ? Tanggapan ibu baik.

9.            Riwayat keluarga berencana
a.       Pernah ikut KB                       : Ya
b.      Jenis kontrasepsi yang
pernah digunakan                    : suntik
c.       Lama pemakaian                     : ± 3 tahun yang lalu
d.      Keluhan selama pemakaian     : tidak ada
e.       Tempat pelayanan KB            : PKM
f.       Alasan ganti metode               : tidak ada
g.      Ikut KB atas motivasi             : sendiri


10.  Data biologis
a.       Pola Nutrisi : cukup terpenuhi,keluhan : tidak ada
Frekuensi    : 3x sehari
Selera makan : baik
Porsi            : 1 piring

b.      Pola Eliminasi      
BAB
-          Frekuensi         : 1x sehari
-          Konsistensi      :Lunak
-          Obstipasi         : tidak
BAK
-          Frekuensi         : 4-5x sehari
-          Warna              : kuning jernih
-          Keluhan           : tidak ada

c.       Pola aktivitas
1.      Dirumah                      :
Ibu mengerjakan tugas rumah tangga dengan baik
2.      Diluar rumah               :
Yasinan

d.      Pola istirahat                     :
-          Siang                           : 1 jam
-          Malam                         : 5-6 jam
e.       Pola seksual                       :
-          Frekuensi                     : 1x dalam seminggu
-          Keluhan                       : ibu mulai malas untuk berhubungan seksual

B.           DATA OBJEKTIF
1.      Pemeriksaan umum
a.       Keadaan umum           : baik
b.      Kesadaran                   : compos mentis
c.       TTV                             : TD     : 120/70mmhg, T: 36˚c, R:20x/mnt, N: 80x/mnt
d.      BB                               :54 kg
2.      Pemeriksaan khusus
a.    Inspeksi                 
§  Muka                : tidak ada kelainan
§  Mata                 : tampak normal,simetris
§  Hidung             : tampak normal,simetris
§  Mulut                : tidak ada stomatitis
§  Leher                : tidak tampak pembesaran kelenjar
§  Dada                 : tampak normal
§  Perut                 : tidak tampak ascites
§  Genetalia          : tidak tampak kelainan

b.   Palpasi                   
§  Leher                : tidak teraba pembesaran kelenjar
§  Ketiak               : tidak teraba pembesaran kelenjar
§  Payudara           : tidak teraba massa
§  Perut                 : tidak teraba massa/acites
§  Tungkai             : tidak teraba vena menonjol

c.    Perkusi
§  Tidak teraba kelainan
d.   Auskultasi
§  Tidak terdengar wheezing/ronchi

e.    Inspekulo
1.Keadaan vagina               : tidak dilakukan
2.Keadaan portio                : tidak dilakukan
3.Cairan/darah                    : tidak ada
4.Benang IUD/tidak           : tidak ada

f.    Vagina toucher
                             1.Vagina                                         : Tidak dilakukan
                             2.Portio                                           : Tidak dilakukan
                             3.Besar uterus                                 : Tidak dilakukan
                             4.Letak uterus                                 : Tidak dilakukan
                             5.Ada tanda-tanda kehamilan        : Tidak dilakukan
                             6.Ada kelainan atau benjolan         : Tidak dilakukan
                             7.Nyeri tekan daerah adnexa          : Tidak dilakukan

C. DATA PENUNJANG
1.      LAB                            : Tidak dilakukan
2.      Rontgen                      : Tidak dilakukan

Resume : Klien dalam masa premenopause dengan gangguan menstruasi banyak dan lamanya terjadi perubahan, cepat, lelah, pusing, kadang muka panas, susah tidur, juga terjadi gangguan dalam gangguan seksual, terjadi penurunan libido.

LANGKAH II
INTERPRETASI DATA DASAR
Diagnosa  : P3 A0 Ibu dengan masa Klimakterium (Premenopause)
Data Dasar                 :
- Ibu mengatakan siklus menstruasinya tidak teratur sejak tanggal MEI 2010 antara 22-35 hari.
-  Ibu mengatakan terjadi perubahan lama dan banyak haid
   Lama : 2-6 hari, banyaknya : hanya bercak-bercak
-    Ibu  mengatakan cepat lelah, pusing, keadaan muka panas, dan susah tidur
-    Ibu mengatakan mulai rasa malas dalam melakukan hun=bungan seks denga frekuensi 1x dalam seminggu. Sebelumnya frekuensi seksual 2-3x dalam seminggu
-    Usia Klien 43 tahun, TB : 150 cm, BB : 54 kg
-    HPHT : 12-9-2010, Lamanya : 2 hari

Masalah :
a.       Cemas akan perubahan siklus haid
Data dasar :
- Ibu mengatakan siklus haidnya tidak teratur 22-35 hari
- Lama siklus haid 2 hari
- Jumlah darah haid hanya bercak-bercak
- Ibu menanyakan tanda dan gejala menopause
- Ibu tampak cemas
- Ibu tampak gelisah
b.      Penurunan libido dan penurunan
-    Ibu mengatakan cepat lelah, mudah pusing, kadang muka terasa panas, dan susah tidur.
-    Ibu mengatakan malas melakukan hubungan seksual.
-    Hubungan seksual dilakukan 1x dalam seminggu.
-    Sebelumnya 2-3 x dalam seminggu.



Kebutuhan :
- Konseling secara terbuka tentang premenopause dan menopause baik kepada ibu maupun pasangan.

LANGKAH III
DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL
Masalah potensial :
- Krisis percaya diri
- Depresi
Antisipasi masalah potensial ; persiapan yang matang dalam menghadapi masa menopause dengan memberikan pendekatan. Penjelasan dan penerapan konseling.

LANGKAH IV
KOLABORASI/TINDAKAN SEGERA
Tidak ada

LANGKAH V
INTERVENSI
1.         Beri penjelasan pada ibu tentang masa pramenopause, menopause dan perubahan pada tubuh, pada masa tersebut
2.         Adakan konseling terbuka dengan ibu
3.         Berikan motivasi pada klien untuk dapat mengerti keadaan degenerasi yang akan dialami setiap indiividu terutama wanita
4.         Anjurkan klien untuk menjalani pola hidup sehat
5.         Berikan support mental pada klien untuk tetap dinamis dalam beraktifitas
6.         Jelaskan pada klien tentang pemberian estrogen dan efek samping
7.         Anjurkan pada klien untuk kembali bila terjadi keluhan yang dirasakan mengtganggu
8.         Anjurkan klien untuk memeriksa pap smear setiap satu tahun sekali
9.         Anjurkan pada klien untuk melakukan mammografi bila akian menggunakan estrogen




LANGKAH VI
IMPLEMENTASI
1.      Memberikan penjelasan pada ibu tentang masa pramenopause, menopause dan perubahan pada tubuh, pada masa tersebut. Menopause adalah masa dimana terdapat penurunan hormone estrogen dan progesterone. Perubahan pada tubuh yang dapat terjadi antara lain : peningkatan BB, gangguan haid, kulit keriput, cepat tersinggung, mudah lelah, susah tidur dan lain-lain
2.      Mengadakan konseling terbuka dengan ibu tentang masa pramenopause dan menopause
3.      Memberikan motivasi pada klien untuk dapat mengerti keadaan degenerasi yang akan dialami setiap indiividu terutama wanita
4.      Menganjurkan klien untuk menjalani pola hidup sehat antara lain :
a. menjaga personal hygiene
b. makan makan bergizi, missal ; - makanan yang mengandung kalsium tinggi dalam mencegah osteoporosi
- banyak makan sayur berwarna hijau tua, gandum/biji-bijian, buah-buahan.
-Vitamin B6 dan E
      c. Berolahraga secara teratur
      d. menghindari makanan kalengan
      e. Menghindari rook
5. Memberikan support mental pada klien untuk tetap dinamis dalam beraktifitas sehari-hari
6.Menjelaskan pada klien tentang pemberian estrogen dan efek samping pemberian estrogen berfungsi untuk mengurangi
7.Menganjurkan pada klien untuk kembali bila terjadi keluhan yang dirasakan mengtganggu
8.Meganjurkan klien untuk memeriksa pap smear setiap satu tahun sekali
9.Menganjurkan pada klien untuk melakukan mammografi bila akian menggunakan estrogen

LANGKAH VII
EVALUASI
Tanggal 16-9-2010                                                                                          Pukul : 09.30 wita
1. Ibu mngerti tentang penjelasan yang diberikan dan bersedia mengikuti semua anjuran yang telah diberikan
2.Ibu tampak tenang dan bisa menerima keadaannya
3.Ibu bersedia kontrol seminggu lagi

DOKUMENTASI KEBIDANAN

S : Data Dasar            :
-          Ibu mengatakan siklus menstruasinya tidak teratur sejak bulan Mei 2010 antara 22-35 hari
-          Ibu mengatakan terjadi perubahan lama dan banyak haid
Lama : 2-6 hari, banyaknya : hanya bercak-bercak
-          Ibu  mengatakan cepat lelah, pusing, keadaan muka panas, dan susah tidur
-          Ibu mengatakan mulai rasa malas dalam melakukan hubungan seks dengan frekuensi 1x dalam seminggu. Sebelumnya frekuensi seksual 2-3x dalam seminggu
-          Usia Klien 43 tahun
-          HPHT : 12-9-2010, Lamanya : 2 hari

O : - KU Ibu : Baik
-          Kesadaran : CM
-          TD : 120/80mmHg, T:36 ˚C, N: 80x/menit, RR : 20x/menit
-          TB : 150 cm, BB : 54 kg
-          Ibu tampak cemas terhadap perubahan yang terjadi
-          Ibu tampak gelisah
-          Pemeriksaan : Inspeksi, palapasi, auskultasi, perkusi : tidak ada kelaianan

A : P3 A0 Ibu dengan masa Klimakterium (Premenopause)
      Kebutuhan :
-        Informasi tentang proses premenopause dan menopause.
-        Konseling secara terbuka tentang premenopause dan menopause baik kepada ibu maupun pasangan.

P :
1.       Beri penjelasan pada ibu tentang masa pramenopause, menopause dan perubahan pada tubuh, pada masa tersebut.
2.      Adakan konseling terbuka dengan ibu.
3.      Berikan motivasi pada klien untuk dapat mengerti keadaan proses penuaan yang mengacu pada kemunduran fungsi yang akan dialami setiap individu terutama wanita.
4.      Anjurkan klien untuk menjalani pola hidup sehat.
5.      Berikan support mental pada klien untuk tetap dinamis dalam beraktifitas
6.      Jelaskan pada klien tentang pemberian estrogen dan efek samping
7.      Anjurkan pada klien untuk kembali bila terjadi keluhan yang dirasakan mengtganggu
8.      Anjurkan klien untuk memeriksa pap smear setiap satu tahun sekali
9.      Anjurkan pada klien untuk melakukan mammografi bila akian menggunakan estrogen











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar