Rabu, 10 Agustus 2011

TUMOR JINAK DAN GANAS PADA VULVA


DASAR TEORI
TUMOR JINAK DAN GANAS PADA VULVA


A.    Pengertian
Sel Tumor adalah sel tubuh yang mengalami transformasi dan tumbuh secaraotonom, lepas dari kendali pertumbuhan sel normal sehingga sel ini berbeda dari selnormal dalam bentuk dan strukturnya.
Tumor :
1.      Pembengkakan → satu dari tanda cardinal peradangan, pembesaran yang marbid.
  1. Pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak terkontrol dan progresif, disebut juga neoplasma. (Dorland 2002, kamus kedokteran, Jakarta: EGC)
Tumor adalah pembengkakan atau daging tumbuh. (Gayatri, arum 1990. kamus kesehatan. Jakarta: Arcan)
Tumor ganas pada alat reproduksi wanita dijumpai pada semua umur (18 – 80tahun) dengan rata-rata puncaknya pada usia 50 tahun. Kejadian paling sering pada kelompok umur 30 – 40 tahun.

Vulva merupakan bagian luar dari sistem reproduksi wanita, yang meliputi labia, lubang vagina, lubang uretra dan klitoris. 3-4% kanker pada system reproduksi wanita merupakan kanker vulva dan biasanya terjadi setelah menopause.

B.     Klasifikasi
       I.      Tumor Jinak (Benigna)
1.      Tumor Kistik Vulva
a)      Kista inklusi epidermis
b)     Kista Sisa jaringan embrio :
Kista gartner, Kista saluran nuck.


c)      Kista Kelenjar :
Kista bhartolini, Kista sebasea, Hedranenoma, Penyakit fox-fordyce, Kista parauretra/skene, Kista endometriosis.
2.      Tumor Solid Vulva
a)      Tumor Epitel :
Condiloma acuminatum, Karunkula urethra, Nevus pigmentosus.
b)     Tumor Jaringan Mesoderm ;
Fibroma, Lipoma, Leomioma, Hemamioma, Neurofibroma, Limfamioma, Miksoma.

             II.         Tumor Ganas (Maglina)
a)      MelanomaVulva
b)      Adenokarsinoma
c)      Basalioma (Basal sel karsinoma)
d)     Penyakit Paget
e)      Karsinoma Verukosa
f)       Sarcoma pada vulva
g)      Tumor ganas sekunder pada vulva.

C. Ciri-ciri Tumor Jinak dan Tumor Ganas
Ciri-ciri Tumor Jinak:
·      Timbulnya ekspansif yaitu mendesak jaringan sehat di sekitar dan jaringan sehat yang terdesak. Ini membentuk simpai atau kapsel dari tumor, maka disebut tumor jinak bersimpai atau berkopset, karena tidak ada pertumbuhan infiltratif maka biasanya tumor jinak mudah digerakkan dari dasarnya.
·      Tumor jinak tidak menimbulkan residif, karena tumor jinak bersimpai maka mudah dikeluarkan seluruhnya.
·      Tumor jinak tidak mengadakan anak sebar.
·      Tumor jinak tumbuhmnya lambat, sehingga tidak cepat membesar dan pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan gambaran metosisi yang abnormal.
·      Intrisel tumor jinak masih menyerupai intisel jaringan asalnya, bentuknya teratur dan aniform.
·      Pada tumor jinak tidak ditemukan " loss of polarity "
·      Tumor jinak biasanya tidak menyebabkan kematian bila letaknya pada alat tubuh yang vital.

Ciri-ciri Tumor Ganas:
·      Tumor ganas tumbuhnya infiltratif, yaitu tumbuh bercabang-cabang menyembul kedalam jaringan sehat disekitarnya, menyerupai jari-jari kepiting ( cancer). Maka tumor ganas ini kadang disebut kanker.
·      Tumor ganas setelah di angkat atau diberi pengobatan dengan penyinaran sering tumor ganas tumbuh lagi. Keadaan ini di sebabkan karena terdapat sel-sel tumor yang tertinggal yang kemudian tumbuh menjadi besar membentuk tumor pada tempat yang sama.
·      Pada umumnya tumor ganas sanggup mengadakan anak sebar ditempat lain melalui pembuluh darah atau cairan getah bening.
·      Tumor ganasa tumbuh cepat, maka secara klinik tumornya membesar dan mikroskopik.
·      Banyak ditemukan mitosis, baik mitosis normal (bipolar) maupun mitosis yang abnormal (atipik).
·      Pada tumor ganas terjadi pembelahan yang multiple, terdapat gambaran mikroskopik nitosis yang di atipik seperti mitosis tripolar atau multipolar.
·      Pembelahan sel diatur oleh sel, yaitu oleh nukleo protein dan kromatin.
·      Terdiri dari 2 komponen yaitu parenkim yang terdiri atas sel tumor yang berfolifersai dan stoma yang terdiri atas jaringan kuat dan pembuluh stroma morfologi sel menyerupai selsel normal (asalnya) disebut deferensiasi.
·      Pada tumor ganas, letak sel yang satu terhadap yang lain tidak teratur.
·      Tumor ganas jika tidak diobati akan menimbulkan kematian pada penderita walaupun letaknya misalnya pada kaki dan tangan.

D.    PENYEBAB
1.      Tumor Jinak pada Vulva
a)      Tumor Kistik.
·         Kisti Inclusi (kista epidermis), terjadi akibat perlukaan, terutama pada persalinan karena episiotomi atau robekan, dimana suatu segmen epitel terpendam dan kemudian menjadi kista. Kista ini terdapat dibawah epitel vulva/perineum maupun vagina berwarna kekuning-kuningan atau abu-abu biasanya bergaris tengah kurang dari 1 cm dan berisi cairan kental. Umumnya kista ini tidak menimbulkan keluhan.
v  Kista sisa jaringan embrio.
·         Kista Gartner, berasal dari saluran mesonefridikus ujolfifi. Terdapat pada dinding lateral-anterolateral vagina sampai pada vulva dekat urethra dan klitoris. Dindingnya terdiri dari epitel torak atau kubus berisi cairan jernih tanpa musin. Biasanya berukuran kecil dan multhipel namun dapat mencapai ukuran kepala janin, dengan konsistensi yang lunak.
·         Kista bidrokele saluran nuck, berasal dari sisa prosesus vaginalis peritoneum yang terletak dalam saluran inguinal, kadang-kadang melanjutkan diri sampai pada labium mayor. Terletak mulai dari saluran inguinal sampai dinding labium mayor, kadang-kadang terdiri dari beberapa kista. Kista saluran Nuvck berisi cairan jernih dengan dinding selaput peritoneum. Dengan demikian kista ini harus dibesarkan dengan hernia (burut) inguinal dan varikokel yang sering terdapat pada kehamilan.
·         Kista mucinosa
Kadang-kadang ditemukan dekat uretra atu bagian dalam dari labia minora,agaknya berasal dari jaringan embrional.
v  Kista Kelenjar
·         Kista Bartholini, terjadi akibat radang. Dapat berasal dari bartholinitis kronis. Teraba sebagai suatu tonjolan pada bagian belakang dari labium majus, mudah digerakkan. Umumnya tidak memberikan keluhan,tetapi kadang-kadang mengalami pernanahan.
TERAPI:
-          Ekstirpasi
-          Harus dapat diangkat seluruhnya, sebab dapat menyebabkan residif
·         Kista sebasea, berasal dari kelenjar sebasea kulit yang terdapat pada labium mayor,labium minor da mons veneris, terjadi karena penyumbatan saluran kelenjar sehingga terjadilah penimbunan sebum. Kelenjar ini biasanya terletak dekat dibawah permukaan kulit berwarna kuning keabu-abuan, dengan batas yang jelas dan konsistensi keras, ukuran kecil sering multiple. Dindingnya berlapis epitel kelenjar dengan isis sebum yang mengandung Kristal kolesterol. Kristal ini sering mengalami infeksi.
TERAPI: kalau perlu eksisi
·         Hidranenoma, berasal dari kelenjar keringat, ada yang mengatakan berasal dari saluran wolfri.
·         Penyakit fox-forduce (apoxsin miliara), terjadi akibat sumbatan saluran kelenjar keringat sehingga membentuk banyak kristal kecil dengan diameter 1-3mm, multiple, terasa gatal. Kelainan ini dapat juga terjadi di ketiak dan gelenggang susu. Dapat mengalami kekambuhan apabila terjadi gangguan emosi antara lain rangsang seksual.
·         Kista paraurethra (skene), terjadi karena saluran kelenjar ini tertutup oleh infeksi. Kista ini biasa menonjol pada dinding depan vagina, dan sering mengalami infeksi.
·         Kista endrometriosis, jarang sekali terjadi, namun dapat tumbuh pada vulva maupun vagina. Kista pada vulva ini umum hanya memerlukan pengangkatan kalau mengganggu saja. Pada kista yang mengalami infeksi dapat dilakukan insisi.
                              TERAPI: operatif dan non operatif
b)         Tumor Solid
                        Tumor epitel
-        Konidiloma akuminatum (Kutil Genitalis)
DEFINISI
Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata) merupakan kutil di dalam atau di sekeliling vagina, penis atau dubur, yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Kutil genitalis sering ditemukan dan menyebabkan kecemasan karena:
-       Tidak enak dilihat
-       Bisa terinfeksi bakteri
-       Bisa merupakan petunjuk adanya gangguan sistem kekebalan.
PENYEBAB
Virus papilloma.
Pada wanita, virus papiloma tipe 16 dan 18, yang menyerang leher rahim tetapi tidak menyebabkan kutil pada alat kelamin luar dan bisa menyebabkan kanker leher rahim. Virus tipe ini dan virus papiloma lainnya bisa menyebabkan tumor intra-epitel pada leher rahim (ditunjukkan dengan hasil Pap-smear yang abnormal) atau kanker pada vagina, vulva, dubur, penis,mulut, tenggorokan atau kerongkongan.
GEJALA
Kutil genitalis paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembab. Pada pria, area yang sering terkena adalah ujung dan batang penis dan dibawah kulit depannya (jika tidak disunat). Pada wanita, kutil timbul di vulva, dinding vagina, leher rahim (serviks) dan kulit di sekeliling vagina. Kutil genitalis juga bisa terjadi di daerah sekeliling anus dan rektum, terutama pada pria homoseksual dan wanita yang melakukan hubungan seksual melalui dubur.
-        Kutil biasanya muncul dalam waktu 1-6 bulan setelah terinfeksi, dimulai sebagai pembengkakan kecil yang lembut, lembab, berwarna merah atau pink. Mereka tumbuh dengan cepat dan bisa memiliki tangkai.
-        Pada suatu daerah seringkali tumbuh beberapa kutil dan permukaannya yang kasar memberikan gambaran seperti bunga kol (blumkol).
-        Pada wanita hamil, pada gangguan sistem kekebalan (penderita AIDS atau pengobatan dengan obat yang menekan sistem kekebalan) dan pada orang yang kulitnya meradang, pertumbuhan kutil ini sangat cepat.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Kutil yang menetap bisa diangkat melalui pembedahan dan diperiksa dibawah mikroskop untuk meyakinkan bahwa itu bukan merupakan suatu keganasan.Wanita yang memiliki kutil di leher rahimnya, harus menjalani pemeriksaan Pap-smear secara rutin.
PENGOBATAN
Kutil pada alat kelamin luar bisa diangkat melalui laser, krioterapi (pembekuan) atau pembedahan dengan bius lokal. Pengobatan kimiawi, seperti podofilum resin atau racun yang dimurnikan atau asam trikloroasetat, bisa dioleskan langsung pada kutil. Tetapi pengobatan ini memerlukan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan, bisa melukai kulit di sekelilingnya dan sering gagal.
Kutil di uretra bisa diobati dengan obat anti kanker seperti tiotepa atau florourasil.
Pilihan lainnya adalah pengangkatan kutil dari uretra melalui pembedahan endoskopik. Kutil genitalis sering kambuh dan memerlukan pengobatan ulang. Pada pria yang belum disunat, kekambuhan bisa dicegah dengan menjalani penyunatan.
Penyakit ini disebabkan oleh virus HPV type 6 dan II, dan akhir-akhir ini juga dimasukan kedalam golongan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.


TERAPI :
     Podophyllin 25% dalam tincture benzoin
     Sulfonamide,sistemik dan local
     Operatif
     Albothyl
Karunkula urethra, ada 2 macam:
1)      Karunkula urethra neoplasma , terdiri dari polip merah muda dengan tangkai pada tepi dorsal muara urethtra, mikroskopik sebagai papiloma urethra yang ditutup oleh epitel transisional yang tersusun sebagai lipatan dengan tipe yang sering menyerupai pertumbuhan ganas. Tumor ini mempunyai kecendrungan untuk kambuh lokal. Gangguan yang ditimbulkan antara lain adalah nyeri pada saat waktu berjalan dan duduk, dispareunia, disuria, perdarahan, dan pembengkakan.
2)      Karunkula urethra granulomatosa, penonjolan ini terdiri dari jaringan granulomatosa pada muara-muara urethra terutama bagian belakang yang meluas ke samping juga, dengan demikian lubang muara urethra ini menonjol akan tetapi tidak mempunyai tangkai, berwarna merah kusam dan tidak menimbukan nyeri seperti pada karunkula urethra neoplasma.
·         Nevus pigmentosus
Pada pemeriksaan mikroskopik menunjukan sel nevus yang khas dengan inti biru tua dan terletak di bawah lapisan epitel. Menurut Masson sel nevus berasal dari melanosit dalam epidermis atau darisel Schwann dari serabut saraf yang menuju ke kulit. Yang berbahaya ialah lesi yang berpigmen dan tak meluas sehingga sebaiknay diperiksa secara histologik.
·         Hiperkreatosis, disebabkan infeksi menahun, deramatitis.
                        Tumor Jaringan Mesodermal
·         Fibroma, berasal dari jaringan disekitar labium majus, dapat tumbuh besar dengan konsistensi lunak dan berwarna putih keabu-abuan.Dapat dilakukan terapi dangan operasi
·         Lipoma, berasal dari otot polos ligamentum rotondum dekat pada labium majus dengan konsistensi lunak, dapat bertangkai dan mencapai ukuran besar(hamper mnyerupai fibroma). Dapat dilakukan terapi dangan operasi
·         Leiomima, berasal dari otot polos ligamentum rotundum dekat pada labium mayus tersusun seperti pusaran air/konde.
·         Neurofibroma, berasal dari sarung serabut saraf, biasanya kecil saja, lunak, berbentuk polipoid dan berwarna seperti daging.
·         Hemangioma, berasal dari konginetal biasanya akan menghilang sendiri pada pertumbuhan anak. Pada wanita pasca menopause biasanya terjadi karena adanya varices yang kecil-kecil dan dapat menyebabkan perdarahan pasca menopause.
·         Limfangioma, berasal dari jaringan pembuluk limfe, jarang sekali dijumpai. Mikroskopik tampak seperti limfangioma namun tidak berwarna.

2.            Tumor Ganas pada Vulva
·         Karsinoma Vulva
Epidemiologi
80-85% terdapat pada wanita baki (pasca menopause), terutama yang dalam decade ke-7 sebagai puncak insidensi, paling tidak mengenai 30% wanita kelompok umur 50-70 tahun, dan merupakan 3-4% dari semua keganasan ginekologik.
Karsinoma vulva jarang ditemukan pada golongan umur < 45 tahun dan jauh lebih jarang lagi pada wanita hamil (dalam kepustakaan pernah dilaporkan pada wanita hamil berusia 29 tahun). Umumnya ditemukan pada golongan sosial ekonomi rendah dengan hygiene seksual yang kurang mendapat perhatian, obesitas dan hipertensi (> 50%). Paritas dan suku/ras tidak mempunyai peran. Iritasi menahun seperti pada limfogranuloma inguinale, kondiloma akuminata, kondiloma lata, kondisi dsitrophia kulit vulva seperti pada lichen sclerosus et atrophicus, leukoplakia dan kraurosis diduga sebagai pemicu timbulnya karsinoma vulva (lesi pra-neoplastik).

Etiologi
Tidak banyak diketahui mengenai factor etiologi jenis tumor ganas ini, meskipun disebut tentang lambatnya menarche (15-17 tahun) dan awalnya menopause (40 tahun) dalam riwayat penyakitnya. Factor etnik tak berpengaruh, meskipun lesi granulomatosa sering ditemukan pada suku Negro.

Patologi
Lesi primer berupa ulkus dengan tepi induratif atau sebagai tumbuhan eksofitik (wart/kutil) dengan tempat predileksi terutama di labia mayora, labia minora, klitoris, dan komisura posterior. Lesi bilateral tidaklah jarang, bahkan kedua labia mayora dapat simetris terkena (kissing). Histologik lebih dari 80 % adalah epideermoid dengan diferensiasi baik, sedang sisanya yang 10% karsinoma baoselulare, adenokarsinoma, fibrosarkoma atau miosarkoma, tumo campuran yang merupakan 1-2% dari semua karsinoma vulva.
Gambaran klinik dan diagnosis
Biasanya makan waktu cukup lama sebelum penderita meminta pertolongan, oleh karena mereka pada umumnya dari golongan lansia, malu untuk mengemukakan kepada rekan sebaya, apalagi kepada mereka yang lebih muda. Bagi mereka yang masih kawin, umumnya sudah tak melayani suami lagi secara seksual dan tak pernah kelainan yang ada pada vulvanya disampaikan kepada suam, sampai pada suatu saat timbul perdarahanatau mengeluarkan bau yang tak sedap yang menjadikan orang yang diseputarmenanyakan keadaannya. Setelah ia sadar untuk berobat, masih ada kemungkinan keterlambatan lagi sampai berbulan-bulan dalam menegakan diagnosis yang pasti akibat pemberian pelbagi salep dan krem yang ternyata tidak memberikan kesembuhan, justru mengakibatkan penyakitnya menjadi lebih parah. Sekitar 25% penderita datang berobat tanpa didahului biopsy. Penderita ini datang dengan keluahan  samar-samar mengenai iritasi vulva atau gatal-gatal pada vulva.
Diagnosis akan lebih mudah dibuat bila ditemukan benjolan, ulkus atau lesi yang berdarah. Nyeri biasa dikeluhkan bila lesinya terdapat dekat klitoris atau uretra, karena pedih saat BAK. Superinfeksi dari lesi ganas juga menimbulakan rasa sakit dan lebih banyak iritasi akibat keputihan yang terus menerus. Hanya sekitar 5% yang dtang dengan pembesaran kelenjar lipat paha / abses sebagai keluhan utama.

Diagnosis Dini
Perasaan gatal atau terbakar di vulva harus mendapat perhatian, untukmencari area yang mencurigakan akan keganasan. Daerah tersebut dapat berupa kutil, benjolan kecil yang berwarna kemerahan, keputihan, atau berpigmen, agak meninggi,atau ulkus datar yang mudah berdarah dengan tepi induratif. Kalaupun posesnya sudah agak lanjut, mungkin ditemukan luka yang dalam yang telah mengalami infeksi dan nekrotik atau tampak seperti bunga kobis/kol.

Golongan resiko tinggi ialah :
-           Diabetes Mellitus
-           Obesitas
-           Hygiene seksual yang tidak baik
-           Lichen scelerosus atrophicus
-           Leukopiakia dan karusosis vulva
Penanganan
-           Pada tingkat klinik 0 : dikerjakan vulvektomi dengan mengangkat kedua labia mayora, labia minora, sebagian mons veneis dan hymen
-           Pada tingkat klinik I dan II : dilakukan vulvektomi radikal dengan limfadenektomi bilateral kelenjar inguinal luar dan dalam, dalam satu tahap. Bila kondisi penderita tidak memungkinkan dalam satu tahap, limfadenektomi inguinal bilateral dapat ditunda pelaksanaannya 5-7 hari kemudian.
-           Pada tingkat klinik III dan IV : diberikan sitostatika seperti MMC, 5FU, Bleosin, Endoxan, Doxorubisin secara sitematik baik sebagai obat tunggal / dalam kombinasi, intra-tumor, atau perfusi jaringan melalui infuse saluran getah bening di kaki penderita.
·         Basalioma (Basal sel karsinoma)
Biasanya ditemukan didaerah yang berambut, sesekali pada labia mayora sebagai macula kemerahan/kecoklatan atau sebagai nodul kecil yang mengalami ulserasi di tengahnya. Lesi ini hamper tak pernah menyebar ke kelenjar getah bening, sebab itu eksisi local yang luas sudah memadai untuk tujuan kuratif.
·         Adenomakarsinoma, berasal dari kelenjar Bartholini dan jarang terjadi.
·         Penyakit Paget, merupakan lesai intra epitel vulva berbentuk tumor eksofitik seperti papil pada kondiloma akuminata atau seperti bunga kol.
·         Sarkoma pada vulva
Sarcoma vulva sangat jarang tapi metastasis berjarak jauh umu terjadi. tumor ini histologik dapat berupa leiomiosarkoma, liposarkoama, rhabdomiosarkoma, fibrosarkoma, angiosarkoma, limfosarkoma, dan epitelioid sarcoma. Penyebarannya sanagat cepat, karena secara hematogen
·         Tumor ganas sekunder pada vulva, berasal dari jaringan dekat vulva seperti serviks uteri, vagina, uterus yang merambat langsung atau secara limfogen atau embolisasi melalui pembuluh darah balik. Paling sering ditemukan adalah metastasis koriokarsinoma yang member gambarankhas berwarna biru kehitaman. Penanganan dengan kemoterapi tunggal (MTX) atau kombinasi, tergantung dari factor resikonya


Penyebab Secara Umum :
1.      Infeksi HPV (Human Papiloma Virus) atau kutil kelamin
2.      Pernah menderita kanker leher rahim atau tumor vagina.
3.      Infeksi sifilis
4.      Diabetes Meilitus
5.      Obesitas
6.      Hipertensi
7.      Usia
8.      Hubungan seksual pada usia dini
9.      Berganti-ganti pasangan seksual
10.  Merokok
11.  Infeksi HIV
12.  Golongan social rendah
13.  Personal hygine yang tidak baik
14.  Melanoma atau tahi lalat asipik pada kulit



DAFTAR PUSTAKA

Sastrawinata,Sulaiman.Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas kedokteran UNPAD.1981.Bandung:Elstar Obset
Wiknjosastro,hanifa.Ilmu Kandungan Edisi ke-2 cetakan ke-4.2005.jakarta:YBP-SP




MANAJEMEN KEBIDANAN PADA
IBU DENGAN KONDILOMA AKUMINATA.



LANGKAH I
PENGKAJIAN        
Tanggal : 16-9-2010                                                                                      Pukul : 09.10 wita
A.    Data Subjektif
1.      Identitas / Biodata
Nama klien            : Ny.A                                                       Nama suami       : Tn.B
Umur                     : 23 tahun                                                  Umur                  : 25 tahun
Suku                      : Jawa                                                        Suku                   : Jawa
Agama                   : Islam                                                       Agama                : Islam
Pendidikan            : SMA                                                       Pendidikan         : SMA
Pekerjaan               : IRT                                                          Pekerjaan            : Swasta
Alamat                  : Gn.Sari No.25                                         Alamat               : Gn.Sari No.25


2.      Keluhan  Utama          : Ibu mengatakan ada benjolan yang banyak didaerah alat kemaluannya dan kadang-kadang terasa nyeri saat jalan dan duduk serta keputihan yang bau dan gatal.

3.   Status Perkawinan
a.       Kawin       : Ya, satu kali
b.      Cerai          : Tidak
c.       Janda         : Tidak

4.      Riwayat obstetric dan ginekologi
a.       Riwayat menstruasi
·         HPHT                       : 12-9-2010
·         Lamanya                  : 5-6 hari
·         Banyaknya               : 2 kali ganti pembalut / hari
·         Siklus                       : 28 hari
·         Menarche                 : 14 tahun
·         Teratur / tidak          : teratur
·         Dismenorrhea           : tidak ada
·         Warna                       : Merah tua
·         Bau                           : Khas menstruasi
·         Keluhan                    : tidak ada
·         Upaya mengatasi      : tidak ada

b.      Flour albus
·         Banyaknya               : Kadang-kadang ada
·         Warna                       : bening
·         Bau/gatal                  : bau dan gatal
·         Lamanya                  : 3-4 hari
·         Jumlah                      : sedikit

c.       Perdarahan dari jalan lahir
·         Pernah/tidak             : tidak ada
·         Kapan                       : tidak ada
·         Lamanya                  : tidak ada
·         Warnanya                 : tidak ada
·         Disertai rasa nyeri    : tidak ada

5.      Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu

No.
Anak ke
Umur Kehamilan
Jenis persalinan
Penolong
Nifas
Keadaan anak
keterangan
1.
I
39 minggu
Spontan
Bidan

Hidup, perempuan
Baik


6.      Riwayat kesehatan yang lalu
a. Penyakit yang pernah diderita         : Ibu tidak pernah menderita penyakit menular
b.Kapan penyakit tersebut dialami     : tidak ada
c. Bagaimana upaya mengatasi            : tidak ada



7.      Riwayat kesehatan keluarga
a. Tidak ada penyakit menahun
b.Tidak ada penyakit keturunan

8.            Riwayat keluarga berencana
a.       Pernah ikut KB                       : Ya
b.      Jenis kontrasepsi yang
pernah digunakan                    : suntik
c.       Lama pemakaian                     : ± 2 tahun yang lalu
d.      Keluhan selama pemakaian     : tidak ada
e.       Tempat pelayanan KB            : PKM
f.       Alasan ganti metode               : tidak ada
g.      Ikut KB atas motivasi             : sendiri


9.      Data biologis
a.       Pola Nutrisi : cukup terpenuhi,keluhan : tidak ada
Frekuensi    : 3x sehari
Selera makan : baik
Porsi            : 1 piring

b.      Pola Eliminasi      
BAB
-          Frekuensi         : 1x sehari
-          Konsistensi      :Lunak
-          Obstipasi         : tidak
BAK
-          Frekuensi         : 4-5x sehari
-          Warna              : kuning jernih
-          Keluhan           : tidak ada




c.       Pola aktivitas
1.      Dirumah          : Ibu mengerjakan tugas rumah tangga dengan baik
2.      Diluar rumah   : Arisan

d.      Pola istirahat 
-          Siang               : 1 jam
-          Malam             : 5-6 jam
e.       Pola seksual
-          Frekuensi         : 2x dalam seminggu
-          Keluhan           : tidak ada


B.           DATA OBJEKTIF
1.      Pemeriksaan umum
a.             Keadaan umum   : Baik
b.            Kesadaran            : Compos mentis
c.             TTV                     : TD     : 120/70mmhg, T: 36˚c, R:20x/mnt, N: 80x/mnt
d.            BB                       : 54 kg

2.      Pemeriksaan khusus
a.    Inspeksi                 
·         Muka                : Tidak ada kelainan
·         Mata                 : Tampak normal,simetris
·         Hidung                         : Tampak normal,simetris
·         Mulut                : Tidak ada stomatitis
·         Leher                : Tidak tampak pembesaran kelenjar
·         Dada                 : Tampak normal
·         Perut                 : Tidak tampak ascites
·         Genetalia          : terdapat benjolan yang banyak divulva yang menyerupai jengger ayam , berwarna keabu-abuan dan berbau tidak sedap




b.   Palpasi                   
·         Leher                : Tidak teraba pembesaran kelenjar
·         Ketiak               : Tidak teraba pembesaran kelenjar
·         Payudara           : Tidak teraba massa
·         Perut                 : Tidak teraba massa/acites
·         Tungkai             : Tidak teraba vena menonjol

c.    Perkusi
·         Tidak teraba kelainan

d.   Auskultasi
·         Tidak terdengar wheezing/ronchi

e.    Inspekulo
1.Keadaan vagina               : tidak dilakukan
2.Keadaan portio                : tidak dilakukan
3.Cairan/darah                    : tidak ada
4.Benang IUD/tidak           : tidak ada

f.    Vagina toucher
                             1.Vagina                                         : Tidak dilakukan
                             2.Portio                                           : Tidak dilakukan
                             3.Besar uterus                                 : Tidak dilakukan
                             4.Letak uterus                                 : Tidak dilakukan
                             5.Ada tanda-tanda kehamilan        : Tidak dilakukan
                             6.Ada kelainan atau benjolan         : Tidak dilakukan
                             7.Nyeri tekan daerah adnexa          : Tidak dilakukan

C. DATA PENUNJANG
1.      LAB                            : Tidak dilakukan
2.      Rontgen                      : Tidak dilakukan
3.      Test asam asetat          : lesi berubah warna menjadi putih



LANGKAH II
INTERPRETASI DATA DASAR
DIAGNOSA
DATA DASAR
Ibu P1 A0 dengan kondiloma akuminata

DS     :
·   Ibu mengatakan mempunyai anak satu dan tidak pernah keguguran
·   Ibu mengatakan ada benjolan yang banyak didaerah alat kemaluannya dan kadang-kadang terasa nyeri saat jalan dan duduk serta keputihan yang bau dan gatal
DO    :
·   Keadaan umum : Baik
·   Kesadaran         : Compos mentis
·   TTV                   :
-                         TD: 120/70mmhg
-                          T: 36˚c
-                         R:20x/mnt
-                         N: 80x/mnt
·   Inspeksi : Pada genetalia terdapat benjolan yang banyak divulva yang menyerupai jengger ayam , berwarna keabu-abuan dan berbau tidak sedap.
·   Pada pemeriksaan penunjang :
Test asam asetat: lesi berubah warna menjadi putih

MASALAH
DATA DASAR
Cemas
Ibu mengatakan cemas dengan keadaannya
Saat ini
Ibu mengatakan merasa tidak nyaman dengan adanya benjolan yang terdapat pada alat kemaluannya



KEBUTUHAN
DATA DASAR
1.   KIE tentang :
·      Pengertian kondiloma akuminata
·      Tanda dan gejala kondiloma akuminata
·      Penyebab kondiloma akuminata
·      Cara mengatasi kondiloma akuminata
2.   Personal hygiene
3.   Support mental
-    Ibu mengatakan cemas dengan keadaannya Saat ini

-    Ibu mengatakan merasa tidak nyaman dengan adanya benjolan yang terdapat pada alat kemaluannya

LANGKAH III
DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL
Masalah potensial :
- Vaginitis

LANGKAH IV
KOLABORASI/TINDAKAN SEGERA
Kolaborasi dengan dokter obgyn untuk penanganan lebih lanjut

LANGKAH V
INTERVENSI
1.         Periksa KU,  dan TTV ibu
2.         Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
3.         Beri KIE tentang :
a.       Pengertian kondiloma akuminata
b.      Tanda dan gejala kondiloma akuminata
c.       Penyebab kondiloma akuminata
d.      Cara mengatasi kondiloma akuminata
4.         Anjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene
5.         Berikan support mental pada ibu
6.         Anjurkan ibu untuk memeriksakan keadaannya ke dokter
7.         Anjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan pap smear 1 tahun sekali




LANGKAH VI
IMPLEMENTASI
1.         Memeriksa KU,  dan TTV ibu
2.         Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
·      Keadaan umum : Baik
·      Kesadaran         : Compos mentis
·      TTV                  :
-       TD: 120/70mmhg
-        T: 36˚c
-       R:20x/mnt
-       N: 80x/mnt
                                         
·      Inspeksi : Pada genetalia terdapat benjolan yang banyak divulva yang menyerupai jengger ayam , berwarna keabu-abuan dan berbau tidak sedap.
·      Pada pemeriksaan penunjang :
   Test asam asetat: lesi berubah warna menjadi putih
3.         Beri KIE tentang :
a.       Pengertian kondiloma akuminata
      Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata) merupakan kutil di dalam atau di sekeliling vagina, penis atau dubur, yang ditularkan melalui hubungan seksual. Pertumbuhan jaringan yang bersifat jinak, superfisial, terutama di daerah genitalia (kelamin)
Pertumbuhan nya mula – mula kecil, kemudian cenderung berkelompok dan menyatu membentuk suatu benjolan yang besar yang menyerupai bunga kol [seperti jengger ayam atau brokoli].
b.      Tanda dan gejala kondiloma akuminata
Kutil genitalis paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembab. Pada pria, area yang sering terkena adalah ujung dan batang penis dan dibawah kulit depannya (jika tidak disunat). Pada wanita, kutil timbul di vulva, dinding vagina, leher rahim (serviks) dan kulit di sekeliling vagina. Kutil genitalis juga bisa terjadi di daerah sekeliling anus dan rektum, terutama pada pria homoseksual dan wanita yang melakukan hubungan seksual melalui dubur.
Kutil biasanya muncul dalam waktu 1-6 bulan setelah terinfeksi, dimulai sebagai pembengkakan kecil yang lembut, lembab, berwarna merah atau pink. Mereka tumbuh dengan cepat dan bisa memiliki tangkai.
Pada suatu daerah seringkali tumbuh beberapa kutil dan permukaannya yang kasar memberikan gambaran seperti bunga kol (blumkol).
Pada wanita hamil, pada gangguan sistem kekebalan (penderita AIDS atau pengobatan dengan obat yang menekan sistem kekebalan) dan pada orang yang kulitnya meradang, pertumbuhan kutil ini sangat cepat.
c.       Penyebab kondiloma akuminata
Penyakit Menular Seksual disebabkan infeksi virus papiloma human (VPH) tipe 6 dan 11.Virus DNA golongan Papovavirus, yaitu: Human Papilloma Virus (HPV). HPV tipe 6 dan 11 menimbulkan lesi dengan pertumbuhan (jengger ayam). HPV tipe 16, 18, dan 31 menimbulkan lesi yang datar (flat). HPV tipe 16 dan 18 seringkali berhubungan dengan karsinoma genitalia (kanker ganas pada kelamin). Masa inkubasi Kondiloma akuminata berlangsung antara 1-8 bulan (rata-rata 2-3 bulan). VPH (virus papiloma humanus) masuk ke dalam tubuh melalui mikrolesi pada kulit, sehingga kondiloma akuminata sering timbul di daerah yang mudah mengalami trauma pada saat hubungan seksual. Pada pria, tempat yang sering terkena adalah glans penis, sulkus koronarius, frenulum dan batang penis, sedang pada wanita adalah fourchette posterior, vestibulum, dll.
d.      Cara mengatasi kondiloma akuminata
Kutil pada alat kelamin luar bisa diangkat melalui laser, krioterapi (pembekuan) atau pembedahan dengan bius lokal.
Pengobatan kimiawi, seperti podofilum resin atau racun yang dimurnikan atau asam trikloroasetat, bisa dioleskan langsung pada kutil. Tetapi pengobatan ini memerlukan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan, bisa melukai kulit di sekelilingnya dan sering gagal.
Kutil di uretra bisa diobati dengan obat anti kanker seperti tiotepa atau florourasil.
Pilihan lainnya adalah pengangkatan kutil dari uretra melalui pembedahan endoskopik.

4.         Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene
5.         Memberikan support mental pada ibu
6.         Menanjurkan ibu untuk memeriksakan keadaannya ke dokter
7.         Menganjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan pap smear 1 tahun sekali
jika memang seseorang sudah positif terkena kondiloma akuminata sebaiknya dilakukan test pap smear. Test ini juga dianjurkan bagi wanita paling tidak setiap 1 tahun setelah aktif secara seksual.



LANGKAH VII
EVALUASI
Tanggal 16-9-2010                                                                                          Pukul : 09.30 wita
1. Ibu mngerti tentang penjelasan yang diberikan dan bersedia mengikuti semua anjuran yang telah diberikan
2.Ibu tampak tenang dan bisa menerima keadaannya.


























DOKUMENTASI KEBIDANAN

S :  
·      Ibu mengatakan mempunyai anak satu dan tidak pernah keguguran
·      Ibu mengatakan ada benjolan yang banyak didaerah alat kemaluannya dan kadang-kadang terasa nyeri saat jalan dan duduk serta keputihan yang bau dan gatal

O :
·      Keadaan umum                   : Baik
·      Kesadaran                           : Compos mentis
·      TTV                                   
-       TD        : 120/70mmhg
-        T          : 36˚C
-       R           :20x/mnt
-       N           : 80x/mnt
·      Inspeksi : Pada genetalia terdapat benjolan yang banyak divulva yang menyerupai   jengger ayam , berwarna keabu-abuan dan berbau tidak sedap
·      Pada pemeriksaan penunjang :
     Test asam asetat: lesi berubah warna menjadi putih

A : Ibu P1 A0 dengan kondiloma akuminata
Kebutuhan            :
1.   KIE tentang :
o  Pengertian kondiloma akuminata
o  Tanda dan gejala kondiloma akuminata
o  Penyebab kondiloma akuminata
o  Cara mengatasi kondiloma akuminata
2.   Personal hygiene
3.   Support mental

P :
INTERVENSI
1.   Periksa KU,  dan TTV ibu
2.   Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
3.   Beri KIE tentang :
a. Pengertian kondiloma akuminata
b.Tanda dan gejala kondiloma akuminata
c. Penyebab kondiloma akuminata
d.   Cara mengatasi kondiloma akuminata
4.   Anjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene
5.   Berikan support mental pada ibu
6.   Anjurkan ibu untuk memeriksakan keadaannya ke dokter
7.   Anjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan pap smear 1 tahun sekali

IMPLEMENTASI
1.      Memeriksa KU,  dan TTV ibu
2.      Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
·      Keadaan umum : Baik
·      Kesadaran         : Compos mentis
·      TTV                  :
-       TD: 120/70mmhg
-       T: 36˚C
-       R:20x/mnt
-       N: 80x/mnt
·   Inspeksi : Pada genetalia terdapat benjolan yang banyak divulva yang menyerupai jengger ayam , berwarna keabu-abuan dan berbau tidak sedap
·   Pada pemeriksaan penunjang :
    Test asam asetat: lesi berubah warna menjadi putih
3.      Beri KIE tentang :
a.    Pengertian kondiloma akuminata
     Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata) merupakan kutil di dalam atau di sekeliling vagina, penis atau dubur, yang ditularkan melalui hubungan seksual. Pertumbuhan jaringan yang bersifat jinak, superfisial, terutama di daerah genitalia (kelamin)
Pertumbuhan nya mula – mula kecil, kemudian cenderung berkelompok dan menyatu membentuk suatu benjolan yang besar yang menyerupai bunga kol [seperti jengger ayam atau brokoli].
b.   Tanda dan gejala kondiloma akuminata
           Kutil genitalis paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembab. Pada pria, area yang sering terkena adalah ujung dan batang penis dan dibawah kulit depannya (jika tidak disunat). Pada wanita, kutil timbul di vulva, dinding vagina, leher rahim (serviks) dan kulit di sekeliling vagina. Kutil genitalis juga bisa terjadi di daerah sekeliling anus dan rektum, terutama pada pria homoseksual dan wanita yang melakukan hubungan seksual melalui dubur.
           Kutil biasanya muncul dalam waktu 1-6 bulan setelah terinfeksi, dimulai sebagai pembengkakan kecil yang lembut, lembab, berwarna merah atau pink. Mereka tumbuh dengan cepat dan bisa memiliki tangkai.
           Pada suatu daerah seringkali tumbuh beberapa kutil dan permukaannya yang kasar memberikan gambaran seperti bunga kol (blumkol).
           Pada wanita hamil, pada gangguan sistem kekebalan (penderita AIDS atau pengobatan dengan obat yang menekan sistem kekebalan) dan pada orang yang kulitnya meradang, pertumbuhan kutil ini sangat cepat.


c.       Penyebab kondiloma akuminata
Penyakit Menular Seksual disebabkan infeksi virus papiloma human (VPH) tipe 6 dan 11.
Virus DNA golongan Papovavirus, yaitu: Human Papilloma Virus (HPV). HPV tipe 6 dan 11 menimbulkan lesi dengan pertumbuhan (jengger ayam). HPV tipe 16, 18, dan 31 menimbulkan lesi yang datar (flat). HPV tipe 16 dan 18 seringkali berhubungan dengan karsinoma genitalia (kanker ganas pada kelamin). Masa inkubasi Kondiloma akuminata berlangsung antara 1-8 bulan (rata-rata 2-3 bulan). VPH (virus papiloma humanus) masuk ke dalam tubuh melalui mikrolesi pada kulit, sehingga kondiloma akuminata sering timbul di daerah yang mudah mengalami trauma pada saat hubungan seksual. Pada pria, tempat yang sering terkena adalah glans penis, sulkus koronarius, frenulum dan batang penis, sedang pada wanita adalah fourchette posterior, vestibulum, dll.

d.      Cara mengatasi kondiloma akuminata
Kutil pada alat kelamin luar bisa diangkat melalui laser, krioterapi (pembekuan) atau pembedahan dengan bius lokal.
Pengobatan kimiawi, seperti podofilum resin atau racun yang dimurnikan atau asam trikloroasetat, bisa dioleskan langsung pada kutil. Tetapi pengobatan ini memerlukan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan, bisa melukai kulit di sekelilingnya dan sering gagal.
Kutil di uretra bisa diobati dengan obat anti kanker seperti tiotepa atau florourasil.
Pilihan lainnya adalah pengangkatan kutil dari uretra melalui pembedahan endoskopik.

4.      Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene
5.      Memberikan support mental pada ibu
6.      Menanjurkan ibu untuk memeriksakan keadaannya ke dokter
7.      Menganjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan pap smear 1 tahun sekali
Jika memang seseorang sudah positif terkena kondiloma akuminata sebaiknya dilakukan test pap smear. Test ini juga dianjurkan bagi wanita paling tidak setiap 1 tahun setelah aktif secara seksual.

EVALUASI
1.      Ibu mngerti tentang penjelasan yang diberikan dan bersedia mengikuti semua anjuran yang telah diberikan.
2.      Ibu tampak tenang dan bisa menerima keadaannya




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar