Jumat, 12 Agustus 2011

PERSALINAN NORMAL


DASAR TEORI
PERSALINAN NORMAL

1.          PENGERTIAN
Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh.
*          Bentuk persalinan berdasarkan defenisi adalah sebagai berikut :
a.           Persalinan spontan
Bila persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri
b.          Persalinan buatan
Bila proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar.
c.           Persalinan anjuran
Bila kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari luar dengan jalan rangsangan.
*          Beberapa istilah yang berkaitan dengan umur kehamilan dan berat janin yang dilahirkan sebagai berikut :
a.           Abortus
§   Terhentinya dan dikeluarkannya hasil konsepsi sebelum mampu hidup diluar kandungan.
§   Umur hamil sebelum 20 minggu
§   Berat janin kurang dari ± 500 gr
b.          Persalinan prematuritas
§   Persalinan sebelum umur kehamilan 28 – 36 minggu
§   Berat janin kurang dari 2.499 gr
c.           Persalinan aterm
§   Persalinan antar umur kehamilan 37 – 42 minggu
§   Berat janin diatas 2500 gr
d.          Persalinan serotinus
§   Persalinan yang melewati umur kehamilan 42 minggu
§   Pada janin terdapat tanda postmaturitas
e.           Persalinan presipitatus
§   Persalinan yang berlangsung cepat, < 3 jam
2.  SEBAB – SEBAB YANG MENIMBULKAN PERSALINAN
f.           Teori penurunan progesteron
Progesteron menimbulkan relaksasi otot – otot rahim, sebaliknya estrogen meninggikan kerentanan otot rahim. Selama hamil terdapat keseimbangan kadar pregesteron  dan estrogen dalam darah. Pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga menimbulkan his.
g.          Teori oksitosin
Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior. Perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim, sehingga sering terjadi kontraksi braxton hicks. Oksitosin dapat meningktkan aktivitas, sehingga persalinan dapat dimulai.
h.          Teori keregangan
Otot rahim memiliki kemampuan meregang dalam batas tertentu. Setelah melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai.
i.            Teori prostaglandin
Konsentrasi prostaglandin meningkat sejak umur kehamilan 15 minggu, yang dikeluarkan oleh desidua. Pemberian prostaglandin saat hamil dapa menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. Prostaglandin dianggap dapat merupakan pemicu terjadinya persalinan.
j.            Teori hipotalamus, pituatari dan glandula suprarenalis
Teori ini menunjukan pada kehamilan dengan anensefalus, sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus. Glandula suprarenal merupakan pemicu terjadinya persalinan.
2.          FAKTOR – FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PERSALINAN
a.           Power
§   His (kontraksi otot rahim)
§   Kontraksi otot dinding perut
§   Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan
§   Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum
b.          Passanger
§   Janin dan plasenta
c.           Passage
§   Jalan lahir lunak dan jalan lahir keras / tulang

d.          Psikis ibu
e.           Penolong

3.          TANDA – TANDA PERMULAAN PERSALINAN
*          Lightening atau dropping yaitu kepala masuk PAP
*          Perut kelihatan lebih melebar dan fundus uteri turun
*          Persaan ingin kencing karena kandung kemih tertekan oleh bagian terendah janin
*          Persaan sakit perut dan pinggang dengan adanya kontraksi – kontraksi lemah dari uerus
*          Terviles menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah, bisa bercampur darah (Blooding Show
4.          TANDA – TANDA INPARTU
*          Rasa sakit oleh datangnya his yang lebih kuat
*          Keluar lendir bercampur darah yang lebih banyak karena robekan – robekan kecil pada terviles
*          Kadang – kadang ketuban pecah dengan sendirinya
*          Pada pemeriksaan dalam : servik mendatar dan ada pembukaan
5.          PROSES PERSALINAN
Terdiri dari 4 kala yaitu :
a.           Kala I          : Waktu untuk pembukaan serviks sampai terjadinya pembukaan 10 cm.
b.          Kala II         : Kala pengeluaran janin
c.           Kala III       : Kala pengeluaran plasenta
d.          Kala IV       : Waktu 2 jam setelah melahirkan
*          Kala I (Pembukaan)
Ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah kerana servik mulai membuka dan mendatar. Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis karena pergeseran saat servik mendatar dan terbuka.
Kala pembukaan terdiri dari :
a.                                                                   Fase Laten  
Dimana pembukaan serviks berlangsung lambat, sampai pembukan 3 cm berlangsung 7 – 8 jam.
b.          Fase Aktif
Berlangsung selama 6 jam, dibagi atas 3 subfase :
§   Periode akselerasi           
Berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm.
§   Periode dilatasi maksimal
Berlangsung cepat selama 2 jam, pembukaan menjadi 9 cm.    
§   Periode deselerasi
Berlangsung lambat selama 2 jam, pembukaan menjadi 10 cm (lengkap)
*          Kala II (Pengeluaran Janin)
Pada kala pengeluaran janin his terkoordinasi, kuat, cepat dan lebih lama sekitar 2 – 3 menit sekali. Kepala janin telah turun masuk tulang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot – otot panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Karena tekanan pada rektum, ibu seperti ingin BAB dengan tanda anus membuka. Pada waktu his kepala janin mulai kelihatan, vulva membuka dan perineum menonjol. Dengan his mengedan yang terpimpin lahirlah kepala, bahu dan diikuti oleh seluruh badan janin.
*          Kala III (Pengeluaran Plasenta)
        Setelah bayi lahir, kontraksi uterus istirahat sebentar. Uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat dan berisi. Beberapa saat kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri dalam waktu 5 – 10 menit, seluruh plasenta lepas dan terdorong ke arah vagina dan akan lahir spontan / atau dengan sedikit dorongan dari atas sympisis atau fundus uteri. Seluruh proses biasanya berlangsung 5 – 10 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai pengeluaran darah kira – kira 100 – 200 cc.
Sebab terjadinya pelepasan plasenta :
a.           Fundus uteri terdapat sedikit dibawah pusat karena pengecilan rahim dan tempat perlekatan plasenta juga mengecil. Plasenta harus mengikuti ini hingg menjadi 2 kali dari permulaan persalinan. Disamping itu plasenta juga berlipat – lipat, juga ada bagian yang terlepas dari dinding rahim karena tidak dapat mengikuti pengecilan dari dasar.
b.          Ditempat yang lepas terjadi perdarahan yaitu antara plasenta dan desidua basalis. Karena hematoma ini membesar maka seolah placenta meluas terangkat dari dasarnya.
Tanda – tanda lepasanya plasenta :
§   Bila tali pusat diregangkan, akan bertambah panjang
§   Terdapat semburan darah
§   Uterus membulat
Cara pelepasan plasenta ada 2 yaitu :
§   Schultze
Lepasanya placenta mulai pada bagian tengah. Perdarahan biasanya tidak ada sebelum placenta lahir dan perdarahan banyak setelah placenta lahir.
§   Duncan
Lepasnya placenta mulai dari pinggir. Darah akan mulai keluar antara selaput ketuban serempak dari tengah dan pinggir placenta.
*          Kala IV (2 Jam Post Partum)
Kala pengawasan selama 2 jam setelah bayi dan plasenta lahir. Tujuannya untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan post partum.
6.          MEKANISME PERSALINAN
Pada persalinan yang sering terjadi ialah presentasi belakang kepala antara lain :
*          Kepala masuk kedalam PAP, pada primigravida sudah terjadi pada bulan terakhir dari kehamilan sedangkan pada multigravida baru terjadi dipermulaan persalinan. Masuknya kepala kedalam PAP biasanya dengan sutura sagitalis kedalam diameter anteroposterior dari PAP, maka masuknya kepala tentu lebih sukar karena menempati ukuran yang kecil dari PAP. Dengan majunya kepala biasanya fleksi bertambah hingga ubun – ubun kecil jelas lebih rendah daripada ubub – ubun besar, fleksi disebabkan karena anak didorong dan sebaliknya mendapat tahanan dari pinggir pintu atas serviks.
*          Pemutara dibagian depan sedemikian rupa sehingga bagian terendah dari bagian depan memutar kedepan bagian sympisis. Pada bagian presentasi belakang kepala dan dahi ialah bagian ubun – ubun kecil dan bagian ini yang akan memutar kedepan.
*          Setelah putaran paksi dalam terjadi dan kepala sampai didasar panggul terjadilah ekstensi / defleksi dari kepala, karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah kedepan dan keatas sehingga kepala harus mengadakan ekstensi untuk melaluinya. Setelah subocciput, maka lahirlah berurutan UUB, dahi, mulut dan dagu dengan gerakan ekstensi.
*          Setelah kepala lahir, maka kepala akan menutar kembali kearah punggung semula sehingga bahu depan berada didepan sympisis dan menjadi hypomoclion untuk kelahiran bahu belakang kemudian bahu depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan anak akan lahir.


DAFTAR PUSTAKA

§    Mochtar, Rustam. Sinopsi Obstetri ”.Jilid I. 1998. Jakarta : EGC
§    Manuaba, Ida Basgus Gde. ” Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. 1998. Jakarta : EGC
§    Prawirohardjo, Sarwono. ” Ilmu Kebidanan ”. 1999. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Preawirohardjo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar